Uncomfortable zone
uncomfortable zone
dulu sekali semasa saya kelas 3 smp, saya berencana untuk sekolah di beda kota meskipun kota jakarta, tujuanya satu; keluar dari zona nyaman
tapi ternyata Yang Maha Kuasa berkehendak lain, jadilah saya sekolah di salah satu smk swasta di kawasan ciledug,
masuk smk terlambat sekitar 2 bulan dari anak yang lainnya.
pertama masuk kelas banyak tatapan sinis yang menguhujani saya, maklum saat itu saya terlihat seperti sesorang yang belagu.
hari hari saya lewati dengan perasaan kaget dan menghadrik keadaan seperti:
kenapa saya mesti sekolah disini padahal saya bisa lebih
setiap hari disekolah saya selalu merenungkan pertanyaan itu. munculnya pertanya2in itu karena suasana kelas yang cenderung sepi saat berdiskusi tidak terlalu aktif seperti saat saya duduk di bangku smp dulu.
sampai tengah semester ternyata saya dikejutkan dengan rapor saya, saya mendapat peringkat 1 dari 40siswa,
Saya hanya bisa tertawa sebab saat smp saya hanya mampu sampai di pringkat 20-19 karna pada saat itu saya berada di kelas unggulan. Wali kelas saya juga tidak menyangkan mengapa saya bisa mendapat peringkat satu.
Tetapi tetap saja pikiran pikiran 'kenapa' masih menghantui saya sampai saya mengambil rapot semester 1, saya mendapat peringkat kembali dan saya mendapat beasiswa untuk semester kedepanya
Saya mulai mencoba mencari cari jawaban itu dan mulai mensyukuri segala nikmat yang telah Maha Kuasa berikan kepada saya,
Saya mulai buka hati buat teman teman sekelas saya, mulai berteman dengan yang lainya bahkan beberapa masih sering main bareng bersama saya
Lalu malam ini saya tersadar akan satu hal, Allah telah mengabulkan doa saya yaitu; keluar dari zona nyama
Butuh hampir 3 tahun untuk menyadarinya
Saya keluar dari zona nyaman saya (diskusi kelas aktif, tugas padat merayap) lalu saya berada di ruang kelas dimana diskusinya sangat pasif hanya beberapa yang aktif
Lambat laun saya beradaptasi dan berhasil mengatasi ketidak nyamanan saya terhadap zona yang sedang saya tempati.
Saya bersyukur Allah mengabulkan doa saya sehingga menjadikan saya peribadi yang sangat tahan atas berada di zona ketidaknyamanan kemudian saya beradaptasi dan jadilah zona nyaman yang baru untuk saya.
Saya percaya bahwa Allah selalu mendengar dan mengabulkan Doa doa hambanya meskipun dalam bentuk yang berbeda.
cobalah peka terhadap lingkungan dan kejadian2 yg kita alami barangkali Allah telah mewujudkan keinginan kita yang sesungguhnya dalam bentuk yang berbeda
kita seharusnya bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan kepada kita termasuk juga lara dan nestapa barangkali Allah ingin melihat ketahanan kita dan menjadikan kita pribadi yang semakin kuat
Sudah
Zona nyaman ada untuk dinikmati dan diaaptasi menjadi zona nyaman yang baru dengan itu kita akan lebih kuat dan sabar dalam menjalankan sesuatu serta dapat mengerti hikmah dibalik semua yang kita sedang alami
Allah yuftah alaikum
Sekian
Salam
Hanifah
Comments
Post a Comment