Green Things

Hello folks, gimana kabarnya? Sehat ya pastinya, oh iya maskernya selalu dipakai ya folks, kemudian ingat selalu menerapkan protokol kesehatan dimanapun kalian berada ya, huhu ga kerasa setahun sudah berlalu semenjak pandemi ini dimulai, rasanya nano nano ya, kebanyakan dari kita pasti menghabiskan waktu dirumah ya karena memang harus kaya gitu sih, tapi dengan begini juga semua kegiatan dilakukan dari rumah seperti sekolah, bekerja, beribadah dan lainnya.

Mungkin sebelum adanya pandemi ini semuanya kerasa ga memukinkan dan mustahil untuk memulai segalanya dari rumah, tapi karena pandemi ini mengharuskan untuk #dirumah aja jadilah memaksa kita untuk mulai mengupgrade kegiatan dengan menggunakan sesuatu yang digital, meningkatkan fungsional dari telepon genggam kita. 

Pada tulisan ku yang pertama di 2021 ini aku ingin menuliskan opini ku tentang plastik dan lingkungan. Huhu teman teman sadar kan kalau bumi yang kita tinggalkan ini sudah tua? Sudah terjadi banyak kerusakan di dalamnya karena ulah manusia? Sebelum semakin parah yuk kita sama sama mencegah dan membantu bumi agar kerusakannya semakin berkurang  terutama di negara kita.

Indonesia sendiri masih menyabet penghargaan sebagai penyumbang sampah plastik nomor dua terbesar di dunia, bukan sebuah penghargaan yang bagus dong ? nah berarti sudah ketemu titik fokusnya dimana yak plastik betul sekali

Menurutku kita gak bisa sepenuhnya lepas dari plastik, karena hampir semua industri masih menggunakan plastik karena menimbang  soal efisiensinya, teman teman sekarang lihat pasti disamping kalian ad aplastik kan? Nah, tapi apa yang dapat kita lakukan untuk mengurangi penggunaan plastik?

Menurutku bisa dilakukan dengan menggunakan plastik secara berulang, gimana maksudnya? ya kita bisa mulai membeli minum di kopi shop dengan membawa botol minum kta sendiri, atau ketika kita berbelanja kita bisa membawa kantong plastik untuk kita sendiri, di beberapa kota sudah menerapkan larangan penggunaan kantong plastik  diantaranya ada Balikpapan, denpasar, bogor, banjarmasin, semarang, bekasi dan disusul Jakarta tahun lalu, tapi sebenarnya seberapa efektifkah larangan ini berlaku?

Dengan mengadakan larangan penggunaan kantong plastik ini cukup berpengaruh tetapi tidak terlalu besar impactnya karena yang aku bilang tadi di berbagai macam industri masih menggunakan kemasan dengan berbahan dasar plastik. Kemudian para supermarket menyediakan tas ramah lingkungan, tapi kebayang ga sih kalau setiap orang berpikir untuk oh yaudah gapapa ga bawa plastik nanti beli tas ramah lingkungan aja, bakal ada berapa banyak sampah yang akan ada dimuka bumi? Padahal awal tujuan plastik itu dibuat untuk mengurangi sampah totebag yang sudah menumpuk, sekarang jadi kebalikannya ya

Green things di indonesia sendiri di artikan dengan mengganti sesuatu yang unhealthy jadi sesuatu yang healthy padahal yang paling penting itu penggunaaan yang berulang penggunaan yang sesuai dengan masa pakai, jadi aku lebih ke recycle ketimbang reduce soal penggunaan plastik, Juga belum adanya kesadaran masyarakat yang mulai untuk menggunakan segala plastik dengan berulang,

Masih jarang ditemukan sosialisasi pembagian pembuangan sampah, maksudku seperti sampah organik anorganik, b3 ataupun sampah rumah tangga yang seharusnya bisa dilakukan di setiap rumah tangga, dengan begitu jadi lebih mudah untuk memilah sampah mana yang bisa direcycle mana yang tidak, sistem ini sudah berjalan di Korea selatan dan disana pun disediakan bank sampah, semoga negara kita segera bisa menyusul ya

Nah poinku yang penting kita harus menggunakan sesuatu secara berulang sesuai dengan masa pakai ya, seperti selalu membawa kantong plastik atau tote sendiri, selalu membawa tumblr sendiri dan yang penting membuang sampah pada tempatnya,

Aku yakin dengan kesadaran kolektif bumi kita bisa kembali pulih! Yok folks mulai menerapkan penggunaan yang berkepanjangan, aku aja bisa mulai, kamu juga bisakan pasti? yuk mulai karena kalau bukan kita yang menjaga bumi, siapa lagi?

Bye byeee. 

Comments

Popular Posts