reflection for an apologize

Ketika kau bercerita bersungguh-sungguh tentang yang membuat kau bersungut-sungut, ketakutan, rasa cemas bahkan permintaaan semangat kepada suatu kelompok dengan tulus, lalu mereka memberimu sepenuh hati persis seperti apa yang kau hadapkan. Tanpa pikir panjang kau menerimanya dengan tulus. Ya dengan sangat tulus dan berterimakasih akan hal itu lagi lagu dengan sungguh-sungguh


Tetapi ketika kau sedang dibelakang, yang lain mulai meracau menggunjing mencari cela dari salah manusia, sedangkan kau berfikir bahwa apa yang mereka perbuat suatu perbuatan murni tanpa ada unsur munafik.

Ketika kau tahu bahwa dia menerima dengan rasa kasih dan terima yang sungguh2 lalu kau meracau dibelakang, tidakah kau merasa malu ?
Tidakah kau merasa malu?
Buat apa?
Kepuasanmu mencari cari kesalahanya?
Buat apa sih?

Teganya kau tulus di depan menggunjing dibelakang, sudah hentikan, kau sudah 20 tahun, sudah waktunya untuk berhenti berbicara tentang hak orang lain.

Baiklah akan dicoba dan di dterapkan, dengan berbesar hati dan juga dari hati lubuk yang paling terdalam, aku menyampaikan maaf kepada mereka yang mungkin sempat ku perlakukan seperti itu. 

Tapi percayalah aku sangat tulus ketika mengatakan sesuatu ke orang2. 

Aku akan berhenti.
Ya sudah seharusnya berhenti.

Terimakasih sudah mau berubah.

Comments

Popular Posts