Rotasi
hi im back again, ts been long time i didnt post in here, so here we are
akhir akhir ini sedih, ya sedih karena melihat orang-orang lebih maju daripada saya, mulai dari segi pendidikan, pekerjaan dan lain lainnya yng cukup membuat saya berpikir
"kok gue gini gini aja"
"temen temen gue udah semester 4"
"ada yang udah naik jabatan"
"asa yang ilmunya udah bertambah, kok gue masih stuk disini, ga berkembang"
apalagi setelah orang tua tidak mengizinkan untuk berhenti bekerja, rasanya semua runtuh, harapan dan asa yang tetrtatta rapih untuk memulai belajar ujian masuk, menjadi hilang dalam sekejap lesu, tidak semangat, ibaratnya hidup segan mati tak mau,
lalu saya mulai berpikir bahwa setiap orang memilikinya rotasi masing masing, dan tentu saja rotasi setiap orang berbeda sama halnya dengan garis tangan setiap manusia, tidak akan pernah sama identik.
ada yang menikah diumur segini
ada yang sudah sukses diumur segini
ada yang sudah memiliki anak diumur segimi
setiap orang punya timingnya masing-masing, akan tidak arif jika kita membandingkan timing yang kita punya dengan timing orang lain, itu tindakan yang akan membuat kita untuk menghadrik diri sendiri.
tunggu dan berusaha saja sampai rotasi kita membawa kita pada titik kesuksesan yang kita akan terima,
kalo kata lagu kunto aji dalam Rehat "biarkan semesta bekerja untukmu"
sudah segini saja, jadi buat para pembaca yang mungkin sedang mengalami quarter life crisi, its ok we will be fine
sincerely
hanifah
ditulis di perpusnas lantai 7
Comments
Post a Comment