Menyikapi komentar masyarakat terhadap suatu peristiwa
penyebab saya cukup terluka hingga begitu sakitnya bukan karena masalah cinta.
tapi ketika manusia sudah tidak saling menghargai dan menghormati
mengkritik tanpa solusi
mencela pendapat seseorang
seolah olah paham betul dengan apa yang sedang terjadi dengan orang lain
sebenarnya kamu tidak tau apa apa sebelum kebenaran terungkap itu hanya sebuah spekuliasi dari sudut pandangmu
saya analogikan dengan iqbal yang memerankan sesosok dilan
pada awalnya kalian kecewa kenapa harus iqbal, banyak dari kalian yang meragukan iqbal.
tapi apakah kalian tau, bahwa iqbal adalah pilihannya pidi baiq sang penulis dilan. tentu saja pidi baiq tidak asal2an dalam memilih siapa yang akan memerankan dilan, tentu saja ini sudah dipertimbangkan dalam dalam.
dan hasilnya iqbal cukup memuaskan memerankan sesosok dilan.
maksud saya kenapa kita manusia ini senang sekali mencela tanpa tahu kebenarannya.
kenapa senang sekali mencela orang yang menyuarakan pendapatnya.
bukankah negara kita ini demokrasi bebas untuk berpendapat?
lalu kenapa kalian secara terang2an menolak kehadiran demokrasi tsb dengan cara mencela orang2 yang menyuarakan pendapatnya?
semua orang memiliki pemikiran yang berbeda-beda karna perbedaan itu kita harus saling menghormati atas pendapat yang berbeda beda bukan saling adu siapa yang paling benar.
tujuan saya menulis ini karena saya sudah muak dengan masyarakat di indonesia yang acap kali mencela orang yang menyuarakan pendapatnya. seolah menolak demokrasi dengan terang terangan.
biar biar saja ia bersuara urusan setuju atau tidak bukan jadi urusannmu jadi hargailah selama kamu masih mau dihargai
sampai disini saya serhakan pendapat kalian terhadap tulisan saya, terserah kalian mau setuju atau tidak, karena kalian sendiri punya hak untuk menerima dan menolaknya biarpun begitu setidaknya hargai pendapat orang lain (termasuk saya) dengan tidak mencela pendapat tersebut,
sekian
tulisan ini dibuat dengan maksud menyikapi komentar netizen di section komentar pada line today dalam beberapa berita
2 februari 2018
Comments
Post a Comment