Pendapat Mengenai Kebocoran Soal
hai its been too long i didint post something on this blog. well i have an opinion about this topic (Jejak Pendapat Mengenai Kebocoran Soal) since i was tweleve class, and finally i encourage my self to write about this issue, because i think this issue is too rsik to be talk about. lets see. im gonna write this opinion with indonesian cause my english is too bad hehe. here we go.
sempat saya dengar bahwa Ujan Nasional akan dilakukan secara essay, jika itu dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi tingkat kebocoran soal saya rasa itu tidak perlu dilakukan, sebab ujian nasional yang dilaksanakan dengan berbasis komputer saja sudah cukup untuk mencegah kebocoran soal terjadi.
sekarang kita telisik bagaimana sih kebocoran soal itu bisa terjadi?
menurut pendapat saya kebocoran soal tidak akan terjadi jika tidak ada 'oknum' yang membocorkan soal kepada khalayak banyak. dari sini saya berfikir bahwa salah satu penyebab terjadinya kebocoran soal itu adanya oknum dari dalam yang sudah membocorkan soal ke khalayak luas. bahyangkan jika sudah tidak ada oknum oknum tersebut dalam bagan pendidikan indonesia, sudah pasti tidak akan terjadi kebocoran soal.
oknum yang membocorkan soal, akan menjual kebocoran soal itu kepada siswa siswi yang akan melaksanakan ujian. nah salahnya lagi siswa siwinya membeli dari oknum tersebut karna sudah termakan oleh stigma 'un susah' 'kejujuran sudah tidak dihargai' 'nilai lebih dihargai dari pada kejujuran' jadilah para siswa siswi membeli kebocoran soal tersebut. padahal ya kalo dipikir pikir ujian nasional itu tidak sesulit apa yang kita bayangkan. jadi lah mereka membeli soal itu dengan harapan dapat nilai bagus gausah kerja keras. ini berlaku ketika ujian dengan skala nasional dilakukan dengan berbasis kertas.
contoh kasus untuk kebocoran soal ini adalah usbn tahun 2017 yang berlangsung di kota yang saya tinggali, tak bisa dipungkiri bahwa soal dan jawaban usbn diperjual belikan selama musim usbn berlangsung. loh kok kamu bisa tau thor? hehe iya saya dikasih tau sama teman saya bagaimana alur kebocoran soal ini berjalan. meskipun saya tidak memiliki bukti yang kuat untuk membuktikan ini. tapi saya yakin kebocoran usbn 2017 sudah jadi rahasia umum untuk angkatan 2017 di kota saya.
saat itu saya merasa bahwa soal soal tersebut bukan lagi jadi dokumen rahasia, sebab h-1 sebelummata pelajaran itu berlangsung untuk diujikan, soal soal tersebut sudah bocor dan bisa di dwonload secara luas.
sekarang kita balik lagi ke siswa siswi. kenapa sih siswa siswi lebih memilih melihat kebocoran soal dari pada ga ngeliat kebocoran soal. ada beberapa pendapat saya yang akan saya jelaskan.
pertama karena materi yang diuji terlalu banyak sehingga sulit untuk dipahami dan bingung harus mulai dari mana
kedua kisi kisi yang tidak terlalu merinci setiap soalnya
ketiga yang terakhir dan terpenting ya karna mereka malas untuk belajar dan lebih mau enaknya saja.
jika mereka belajar dengan giat sudah pasti mereka mendapat nilai yang bagus atas apa usaha yang telah ia lakukan. nilai itu seperti apresiasi atas kinerja yang kita lakukan. kejujran seharusnya masih diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan manusia agar tidak terjadi kerugian terus menerus.
tapi tidak semua siswa siwi ya, masih ada siswa siswi yang jujur dan bersih dari segala macam jenis kecurangan.
yang terakhir dari saya, jika ingin menghentikan kebocoran soal menurut saya dapat dilakukan dengan membersihkan bagan bagan pendidikan di indonesia, berantas segala macam oknum yang membocorkan soal hanya demi keuntungan semata, ubah semua jenis ujian yang berskala nasional dengan berbasis komputer dan tanamkan sifat kejujuran pada diri masing masing.
karena jika kita saja sudah tidak jujur, bagaimana bisa mengharapkan orang lin untuk bersikap jujur.
ini hanya sebuah pendapat dari apa yang saya tangkap dan amati. jika ingin berdiskusi bersama dan membahasi tentang ini lebih dalam lagi, boleh kontak saya di mutiaranifah@gmail.com
sekian.
p.s tbh ini nulisnya takut wkwk
sempat saya dengar bahwa Ujan Nasional akan dilakukan secara essay, jika itu dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi tingkat kebocoran soal saya rasa itu tidak perlu dilakukan, sebab ujian nasional yang dilaksanakan dengan berbasis komputer saja sudah cukup untuk mencegah kebocoran soal terjadi.
sekarang kita telisik bagaimana sih kebocoran soal itu bisa terjadi?
menurut pendapat saya kebocoran soal tidak akan terjadi jika tidak ada 'oknum' yang membocorkan soal kepada khalayak banyak. dari sini saya berfikir bahwa salah satu penyebab terjadinya kebocoran soal itu adanya oknum dari dalam yang sudah membocorkan soal ke khalayak luas. bahyangkan jika sudah tidak ada oknum oknum tersebut dalam bagan pendidikan indonesia, sudah pasti tidak akan terjadi kebocoran soal.
oknum yang membocorkan soal, akan menjual kebocoran soal itu kepada siswa siswi yang akan melaksanakan ujian. nah salahnya lagi siswa siwinya membeli dari oknum tersebut karna sudah termakan oleh stigma 'un susah' 'kejujuran sudah tidak dihargai' 'nilai lebih dihargai dari pada kejujuran' jadilah para siswa siswi membeli kebocoran soal tersebut. padahal ya kalo dipikir pikir ujian nasional itu tidak sesulit apa yang kita bayangkan. jadi lah mereka membeli soal itu dengan harapan dapat nilai bagus gausah kerja keras. ini berlaku ketika ujian dengan skala nasional dilakukan dengan berbasis kertas.
contoh kasus untuk kebocoran soal ini adalah usbn tahun 2017 yang berlangsung di kota yang saya tinggali, tak bisa dipungkiri bahwa soal dan jawaban usbn diperjual belikan selama musim usbn berlangsung. loh kok kamu bisa tau thor? hehe iya saya dikasih tau sama teman saya bagaimana alur kebocoran soal ini berjalan. meskipun saya tidak memiliki bukti yang kuat untuk membuktikan ini. tapi saya yakin kebocoran usbn 2017 sudah jadi rahasia umum untuk angkatan 2017 di kota saya.
saat itu saya merasa bahwa soal soal tersebut bukan lagi jadi dokumen rahasia, sebab h-1 sebelummata pelajaran itu berlangsung untuk diujikan, soal soal tersebut sudah bocor dan bisa di dwonload secara luas.
sekarang kita balik lagi ke siswa siswi. kenapa sih siswa siswi lebih memilih melihat kebocoran soal dari pada ga ngeliat kebocoran soal. ada beberapa pendapat saya yang akan saya jelaskan.
pertama karena materi yang diuji terlalu banyak sehingga sulit untuk dipahami dan bingung harus mulai dari mana
kedua kisi kisi yang tidak terlalu merinci setiap soalnya
ketiga yang terakhir dan terpenting ya karna mereka malas untuk belajar dan lebih mau enaknya saja.
jika mereka belajar dengan giat sudah pasti mereka mendapat nilai yang bagus atas apa usaha yang telah ia lakukan. nilai itu seperti apresiasi atas kinerja yang kita lakukan. kejujran seharusnya masih diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan manusia agar tidak terjadi kerugian terus menerus.
tapi tidak semua siswa siwi ya, masih ada siswa siswi yang jujur dan bersih dari segala macam jenis kecurangan.
yang terakhir dari saya, jika ingin menghentikan kebocoran soal menurut saya dapat dilakukan dengan membersihkan bagan bagan pendidikan di indonesia, berantas segala macam oknum yang membocorkan soal hanya demi keuntungan semata, ubah semua jenis ujian yang berskala nasional dengan berbasis komputer dan tanamkan sifat kejujuran pada diri masing masing.
karena jika kita saja sudah tidak jujur, bagaimana bisa mengharapkan orang lin untuk bersikap jujur.
ini hanya sebuah pendapat dari apa yang saya tangkap dan amati. jika ingin berdiskusi bersama dan membahasi tentang ini lebih dalam lagi, boleh kontak saya di mutiaranifah@gmail.com
sekian.
p.s tbh ini nulisnya takut wkwk
Comments
Post a Comment