Perlu gak sih, Coret Coretan itu dilakukan?
Perlu atau Tidak sih Kegiatan Coret Mencoret setelah UN dilakukan?
Siswa/i Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) baru saja selesai melaksanakan Ujian Nasinoal yang dilaksanakan pada Senin lalu (6/04). Ujian Nasional dilaksanakan dalam 4 hari. Untuk Siswa/i Sekolah Menengah Atas (SMA) kegiatan Ujian Nasional baru akan dilaksanakan pada tanggal 10 s/d 13 April 2017.
Biasanya setelah kegiatan Ujian Nasional selesai, para siswa/siswi akan melakukan kegiatan coret mencoret. Sebenarnya kegiatan coret mencoret perlu atau tidak sih dilakukan?
Berikut saya akan menampilkan beberapa pendapat siswa/i tentang perlu atau tidaknya kegiatan coret mencoret setelah UN dilakukan. Saya mengklompokan menjadi #TeamPerlu dan #TeamTidakPerlu
Menurut pendapat kalian, perlu atau tidak sih kegiatan coret mencoret setelah UN dilakukan?
1. Gak perlu, coret mencoret tidak ada faedahnya.
(Dannix Aprildat kelas XII SMAN 2 Tangerang)
2. Gak perlu, kenapa? Jelas gak perlu , dari aspek tujuannya gajelas, untuk merayakan kelulusan? Terus fungsinya perpisahan untuk apa?, belum lagi kenapa gak diisi sama kegiatan yang positif dan bermanfaat, kalau tujuannya sudah absurd, maka jelas kegiatan itu gak perlu dilaksanakan.
(Hasim Bhakti Setio XII SMAN 3 Tangerang)
3. Tidak Perlu, gak penting soalnya. Kalo ujung ujungnya buat dicoret, berarti gak bisa ngehargain dong gimana baju itu selama hampir 3 tahun jadi bukti gimana berjuang menuntut ilmu selama 3 tahun itu. Pake baju rombeng aja deh sekalian kalo mau dicoret.
(Yohana Gracia N.T kelas XII SMA Plus Negri 17 Palembang)
4. Boleh ya, boleh tidak. Kalau dari sisi ya, bajunya bisa jadi memorable dimasa tua nanti. Karena masa SMA banyak yang bilang masa yang paling berkesan. Kalau dari sisi tidak, bajunya bisa dikasih kesodara atau ke kerabat yang masih SMA.
(Annisa Tuh Sholeha Zuhdi XII SMAN 9 Tangerang)
5. Ada yang bilang boleh, ada yang bilang enggak. Kalau boleh katanya masa SMA masa terakhir sekolah dan pake seragam jadi momennya banyak, mungkin di situ mau bikin kenang-kenangan. Kalau yang bilang gak boleh, pasti bilang sayang-sayang bajunya lebih baik dikasih sodara aja nanti bisa dipakai, tapi balik lagi tergantung dari kemauan diri sendiri.
(Hikmah Nabilah XII SMAN 3 Tangerang)
6. Menurut saya, perlu atau tidaknya tergantung dari diri masing-masing, karena itu bukan suatu kebutuhan ataupun sebuah keharusan. Buktinya dalam satu angkatan masih banyak yang tidak ikut kegiatan coret mencoret. Coret coretan hanya sebuah perayaan iseng-iseng yang dilakukan oleh anak muda, untuk menyatakan bahwa telah berakhirnya kbm setelah 3 tahun belajar disekolah.
(Ryan Ramadhan Guntara XII SMK An-Nurmaniyah)
Kalau tidak perlu, apa saran kamu untuk menggantikan kegiatan coret mencoret yang perlahan sudah menjadi budaya bagi pelajar Indonesia?
1. Pengganti kegiatan corat mencoret, mungkin bisa diganti medianya, kenapa harus seragam? Bisa gunakan benda lain contoh : dinding dsb.
Tapi kalau hanya sekedar corat coret tak bermakna alias nama nama lebih baik diganti dengan kegiatan yang lain dan saya belum bisa mencari ganti untuk mereka kegiatan apa yang pas untuk mengganti kegiatan coret mencoret.
(Dannix Aprildat XII SMAN 2 Tangerang)
2. Ya jujur secara pribadi, lebih enak kumpul terus bicara dari hati ke hati sama semua teman-teman, nostalgia bareng, ya yang kayak gitu lebih bermanfaat, manfaatnya apa? Banyak
(Hasim Bhakti Setio XII SMAN 3 Tangerang)
3. Sebagian dibikin garage sale, barang-barang semasa SMA atau yang gak kepake lagi, terus dijual. Uangnnya buat ngebeli peralatan sekolah yang baru dan masih layak. Sisanya ya barang semasa sekolah ditampung dan disumbangin ke mereka yang lebih butuh.
(Yohana Gracia N.T kelas XII SMA Plus Negri 17 Palembang)
Apa pendapat kalian tentang siswa/i yang mengikuti kegiatan coret mencoret?
1. Hanya ingin melakukan kegiatan yang mereka anggap baik untuk mereka.
(Dannix Aprildat XII SMAN 2 Tangerang)
2. Ya itu salah satu contoh pergeseran moral di kalangan pelajar. Kurang berfikir, atau bahkan tidak berfikir.
(Hasim Bhakti Setio XII SMAN 3 Tangerang)
Kesimpulan
Jadi kesimpulannya, perlu atau tidaknya itu tergantung pribadi masing masing. Ya kalo memang perlu yasudah lakukan tapi jangan sampai berlebihan. Berlebihan yang dimaksud kayak gimana thor?
1. Mengecilkan baju hingga mengetat
2. Mengecilkan rok hingga membentuk tubuh
3. Menyobek rok dengan tinggi
Kalau saya pribadi mengatakan hal itu tidak perlu dilakukan sebab kurang ada manfaatnya dan kebanyakan mudhorotnya. Katanya kegiatan itu buat kenang-kenangan ya? Apa Cuma itu satu satunya cara untuk membuat moment tertentu menjadi kenangan?. Katanya buat ngerayain lulus lulusan ya? Dilaksanakannya saja setelah UN selesai berarti sebelum pengumuman dong? Emang coret coretan penanda kelulusan? Enggak kan.
Sekian post-an kali ini, semoga bisa menyadarkan pelajar Indonesia bahwa masih banyak kegiatan yang bermakna selain coret-coretan untuk dijadikan kenangan selamanya.
Salam Hnfh.
Siswa/i Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) baru saja selesai melaksanakan Ujian Nasinoal yang dilaksanakan pada Senin lalu (6/04). Ujian Nasional dilaksanakan dalam 4 hari. Untuk Siswa/i Sekolah Menengah Atas (SMA) kegiatan Ujian Nasional baru akan dilaksanakan pada tanggal 10 s/d 13 April 2017.
Biasanya setelah kegiatan Ujian Nasional selesai, para siswa/siswi akan melakukan kegiatan coret mencoret. Sebenarnya kegiatan coret mencoret perlu atau tidak sih dilakukan?
Berikut saya akan menampilkan beberapa pendapat siswa/i tentang perlu atau tidaknya kegiatan coret mencoret setelah UN dilakukan. Saya mengklompokan menjadi #TeamPerlu dan #TeamTidakPerlu
Menurut pendapat kalian, perlu atau tidak sih kegiatan coret mencoret setelah UN dilakukan?
1. Gak perlu, coret mencoret tidak ada faedahnya.
(Dannix Aprildat kelas XII SMAN 2 Tangerang)
2. Gak perlu, kenapa? Jelas gak perlu , dari aspek tujuannya gajelas, untuk merayakan kelulusan? Terus fungsinya perpisahan untuk apa?, belum lagi kenapa gak diisi sama kegiatan yang positif dan bermanfaat, kalau tujuannya sudah absurd, maka jelas kegiatan itu gak perlu dilaksanakan.
(Hasim Bhakti Setio XII SMAN 3 Tangerang)
3. Tidak Perlu, gak penting soalnya. Kalo ujung ujungnya buat dicoret, berarti gak bisa ngehargain dong gimana baju itu selama hampir 3 tahun jadi bukti gimana berjuang menuntut ilmu selama 3 tahun itu. Pake baju rombeng aja deh sekalian kalo mau dicoret.
(Yohana Gracia N.T kelas XII SMA Plus Negri 17 Palembang)
4. Boleh ya, boleh tidak. Kalau dari sisi ya, bajunya bisa jadi memorable dimasa tua nanti. Karena masa SMA banyak yang bilang masa yang paling berkesan. Kalau dari sisi tidak, bajunya bisa dikasih kesodara atau ke kerabat yang masih SMA.
(Annisa Tuh Sholeha Zuhdi XII SMAN 9 Tangerang)
5. Ada yang bilang boleh, ada yang bilang enggak. Kalau boleh katanya masa SMA masa terakhir sekolah dan pake seragam jadi momennya banyak, mungkin di situ mau bikin kenang-kenangan. Kalau yang bilang gak boleh, pasti bilang sayang-sayang bajunya lebih baik dikasih sodara aja nanti bisa dipakai, tapi balik lagi tergantung dari kemauan diri sendiri.
(Hikmah Nabilah XII SMAN 3 Tangerang)
6. Menurut saya, perlu atau tidaknya tergantung dari diri masing-masing, karena itu bukan suatu kebutuhan ataupun sebuah keharusan. Buktinya dalam satu angkatan masih banyak yang tidak ikut kegiatan coret mencoret. Coret coretan hanya sebuah perayaan iseng-iseng yang dilakukan oleh anak muda, untuk menyatakan bahwa telah berakhirnya kbm setelah 3 tahun belajar disekolah.
(Ryan Ramadhan Guntara XII SMK An-Nurmaniyah)
Kalau tidak perlu, apa saran kamu untuk menggantikan kegiatan coret mencoret yang perlahan sudah menjadi budaya bagi pelajar Indonesia?
1. Pengganti kegiatan corat mencoret, mungkin bisa diganti medianya, kenapa harus seragam? Bisa gunakan benda lain contoh : dinding dsb.
Tapi kalau hanya sekedar corat coret tak bermakna alias nama nama lebih baik diganti dengan kegiatan yang lain dan saya belum bisa mencari ganti untuk mereka kegiatan apa yang pas untuk mengganti kegiatan coret mencoret.
(Dannix Aprildat XII SMAN 2 Tangerang)
2. Ya jujur secara pribadi, lebih enak kumpul terus bicara dari hati ke hati sama semua teman-teman, nostalgia bareng, ya yang kayak gitu lebih bermanfaat, manfaatnya apa? Banyak
(Hasim Bhakti Setio XII SMAN 3 Tangerang)
3. Sebagian dibikin garage sale, barang-barang semasa SMA atau yang gak kepake lagi, terus dijual. Uangnnya buat ngebeli peralatan sekolah yang baru dan masih layak. Sisanya ya barang semasa sekolah ditampung dan disumbangin ke mereka yang lebih butuh.
(Yohana Gracia N.T kelas XII SMA Plus Negri 17 Palembang)
Apa pendapat kalian tentang siswa/i yang mengikuti kegiatan coret mencoret?
1. Hanya ingin melakukan kegiatan yang mereka anggap baik untuk mereka.
(Dannix Aprildat XII SMAN 2 Tangerang)
2. Ya itu salah satu contoh pergeseran moral di kalangan pelajar. Kurang berfikir, atau bahkan tidak berfikir.
(Hasim Bhakti Setio XII SMAN 3 Tangerang)
Kesimpulan
Jadi kesimpulannya, perlu atau tidaknya itu tergantung pribadi masing masing. Ya kalo memang perlu yasudah lakukan tapi jangan sampai berlebihan. Berlebihan yang dimaksud kayak gimana thor?
1. Mengecilkan baju hingga mengetat
2. Mengecilkan rok hingga membentuk tubuh
3. Menyobek rok dengan tinggi
Kalau saya pribadi mengatakan hal itu tidak perlu dilakukan sebab kurang ada manfaatnya dan kebanyakan mudhorotnya. Katanya kegiatan itu buat kenang-kenangan ya? Apa Cuma itu satu satunya cara untuk membuat moment tertentu menjadi kenangan?. Katanya buat ngerayain lulus lulusan ya? Dilaksanakannya saja setelah UN selesai berarti sebelum pengumuman dong? Emang coret coretan penanda kelulusan? Enggak kan.
Sekian post-an kali ini, semoga bisa menyadarkan pelajar Indonesia bahwa masih banyak kegiatan yang bermakna selain coret-coretan untuk dijadikan kenangan selamanya.
Salam Hnfh.
Comments
Post a Comment